POJOKSATU.id, Serang - Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar se-Kabupaten Serang, telah menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2023 melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP).

Hal itu membuat para penerima dapat menikmati hidup dengan memiliki tempat tinggal yang lebih baik.

Kepala Dinas PRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, tahun 2023 lalu pihaknya telah memberikan bantuan sebanyak 300 unit RTLH bagi masyarakat yang membutuhkan, adapun jenis bantuannya, yakni berupa uang, dimana masing-masing mendapatkan sebesar Rp25.000.000.

"Bantuan itu yakni 75 persen untuk bantuan material dan 25 persen lagi untuk upah petukang," ujarnya, Jumat (19/01/2024).

Baca Juga: Pemakzulan Presiden Jokowi Bukan Hal Mustahil, PDIP Sebut Sudah Diatur Dalam UUD 1945

Okeu menegaskan, seluruh dana bantuan diserahkan melalui rekening masing-masing penerima, sehingga tidak ada pemotongan maupun penunjukan salah satu toko material.

"Memang ada 30 toko material yg disepakati oleh si penerima bantuan yg tersebar di beberapa kecamatan dgn difasilitasi oleh fasilator lapangan.Kami dari Dinas PRKP tidak ikut campur penentuan toko materialnya," tegasnya.

Adapun mekanisme penerima bantuan, tidak sepenuhnya ditanggung Pemerintah. Sebab, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk satu unit rumah dapat menghabiskan biaya sebesar Rp40 juta hingga Rp50 juta.

"Jadi, dari Pemkab bantuan stimulan hanya Rp25 juta, ditambah swadaya penerima bantuan dan masyarakat sekitar yg membantu antara Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Baca Juga: Pulang Umrah Kenakan Hijab, Nindy Ayunda Minta Didoakan Bisa Seterusnya Menutup Aurat

Okeu mengungkapkan, seluruh bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik tanpa masalah. Ia berharap agar tahun 2024 jumlahnya dapat bertambah.

"Berjalan dengan baik, dan lancar tanpa kendala. Semoga tahun 2024 ini ada penambahan lebih banyak lagi," ungkapnya.

Diketahui, Sumber dana RTLH Kabupaten Serang selain APBD, ada juga dari Kementrian PUPR, Baznas, dan CRS perusahaan yang g ditangani oleh masing2 pemberi bantuan program.***