POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pengurus yayasan SLB Karya Bakti Lidjin Aulia, mengaku senang sekolahnya yang selama ini kurang terawat hingga sering diganggu oknum LSM, kini mulai mendapat perhatian pemerintah.
Menurut Lidjin, hadirnya wakil wali kota Bandung Erwin melihat langsung kondisi sekolah memberikan secercah harapan.
"Alhamdulillah, mudah-mudahan ini juga menjadi setitik harapan, secercah harapan buat kita semua di SLB Karya Bhakti ini, agar anak-anak juga bisa mengenyam pendidikan dengan kondisi sarana prasarana yang layak. Karena sekali lagi, hak pendidikan itu kan hak semua orang. Jadi mereka harus bisa mendapatkan hak pendidikannya dengan layak," ujar Lidjin usai mendampingi Erwin di sekolah.
Baca Juga: Babak Baru Perjalanan Peter Parker di Film Spiderman, Post Credits Scene Jadi Petunjuk Penting
Wakil Wali Kota kata dia, akan melakukan langkah-langkah agar SLB Karya Bakti bisa terus beroperasi.
"Pertama yang paling penting itu adalah bagaimana sekolah ini bisa mendapatkan tempat yang baru, dengan merekomendasikan tanah-tanah milik Pemkot atau tanah milik Pemprov agar bisa direlokasi atau ditempatkan di tempat yang lebih layak," ujarnya.
Kemudian yang kedua, pihakny koordinasi dengan Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan terkait dengan kebutuhan siswa, mulai dari yang butuh alat bantu pendengaran, kursi roda, hingga membantu siswa yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, dan membantu mengurus pembuatan Kartu Keluarga apabila belum ada.
Baca Juga: BBM Pertamina Per 1 Agustus Turun Harga, Cek Disini Biar Gak Penasaran
Selanjutnya kata dia, tugas yayasan adalah bagaimana mendata penerima manfaat atau siswa-siswa ini terkait kebutuhannya apa saja, sehingga selain bisa tetap sekolah, juga keluarganya terbantu dengan mendapatkan bantuan sosial lainnya.
Disinggung terkait penerimaan siswa baru, Lidjin menyampaikan dari data di Dinas Pendidikan angka putus sekolah di dua kelurahan lebih dari 100 orang siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Hal itu karena akses jauh.
Alasan itu bagi Lidjin menjadi magnet untuk menarik minat anak-anak tersebut bersekolah di yayasannya.
Baca Juga: Beberapa Daerah Dalam Mengajukan Formasi Kebutuhan CPNS Dan ASN Tahun 2026
"Mudah-mudahan dengan didekatkan layanan pendidikan dan kesehatan, ini juga bisa membantu orang tua untuk menyekolahkan anaknya kembali," ujar relawan untuk program pemberdayaan masyarakat tersebut.
Sementara Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku terrenyuh melihat kondisi anak-anak berkebutuhan khusus itu bersekolah disana dengan fasilitas seadanya.
Menurut Erwin SLB ini kewenangan ada di provinsi namun pihaknya akan membantu dengan beberapa upaya, karena secara personal mereka adalah masyarakat kota Bandung.
Baca Juga: Bukan Sekadar Memperbaiki Diri, Inilah Hakikat Utama Dalam Sesi Coaching
"Jadi kita akan bantu secara personal. Tadi ada yang membutuhkan alat pendengaran, membutuhkan alat khusus dan lain-lain. Insya Allah, lagi data sama Kepala Sekolah dan kami akan bantu," ujarnya.
Terkait berbagai permintaan diantaranya bangunan yang nyaman dan aman, kata Erwin pihaknya akan merekomendasikan ke provinsi.
"Kami akan bantu rekomendasi supaya ada bangunan untuk SLB ini," imbuhnya.
Baca Juga: Memahami Sinergi Peran Coach Dan Coachee Dalam Efektivitas Sesi Coaching
SLB tersebut diakui tidak mendapat dukungan dari warga sekitar, oleh karenya Erwin akan turun langsung ke masyarakat untuk menyampaikan pentingnya keberadaan SLB tersebut.
"Melihat kondisi lingkungan sekitar kemungkinan tidak mendukung untuk jadi sarana pendidikan. Sehingga saya rasa perlu dikomunikasikan ya. Insya Allah, kalau emang secara lahan dan juga ini ada, malah tadi ada pembutuhan juga kita buat SKBM di sini ya, mungkin saya akan turun langsung ke masyarakat untuk bisa mengkomunikasikan bahwa ini niatkan ibadah," tegasnya.
"Mereka adalah masyarakat yang punya kekurangan khusus. Kita yang sehat ini harusnya mendukung apa yang menjadi kekurangan mereka. Insya Allah, saya akan langsung komunikasi kalau emang ada masyarakat yang kurang mendukung,saya akan langsung turun," tutupnya.***



