POJOKSATU.id, Kota Bandung – Sesuai komitmennya dalam menekan angka pengangguran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk keempat kalinya menggelar bursa lowongan kerja (Job Fair).
Kali ini, Job Fair diselenggarakan di Miko Mall dan diperkirakan mampu menampung sekitar 3.000 pencari kerja.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan jumlah peserta yang hadir pada setiap penyelenggaraan job fair rata-rata mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Sementara itu, sebanyak 1.500 pencari kerja telah mendaftar secara daring melalui sistem tiket.
Baca Juga: OTT Bupati Pemalang, Pegawai KPK Lilik Budi Ditangkap Bersama Ayahnya Dugaan Pemerasan
"Untuk di Gedung KONI penyerapannya sebesar 600 orang. Kemudian, selain job fair," ujar Yayan usai membuka kegiatan tersebut, Kamis (30/7/2026).
Yayan menjelaskan, penyelenggaraan Job Fair merupakan salah satu upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Bandung yang saat ini masih mencapai 99.300 orang atau sekitar 7,22 persen.
"Nah, ini yang harus kita upayakan terus-menerus. Karena dalam kondisi seperti ini, menekan pengangguran sekecil itu agak susah. Tingkat dolar naik, ekonomi di mana-mana sedang terpuruk, dan saya harus berusaha menjaga perusahaan itu tetap beroperasi," katanya.
Baca Juga: Grab Gandeng Kemenhub dan AISI, Latih 1.052 Mitra Pengemudi untuk Tingkatkan Keselamatan Berkendara
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini cukup berat sehingga berdampak pada meningkatnya angka pengangguran. Sebagai contoh, Yayan menyebut sebuah pabrik sepatu merek Tomkins di Gedebage yang sebelumnya mempekerjakan sekitar 5.800 karyawan, kini hanya menyisakan sekitar 500 pekerja.
"Saya, kami berusaha supaya perusahaan itu tidak menutup. Bagaimana caranya? Dengan menghubungkan dengan pihak perbankan, menghubungkan dengan buyer, kemudian menjaga kondusivitas di sekitar wilayahnya, supaya tidak menambah angka pengangguran," ungkapnya.
Untuk tingkat penyerapan tenaga kerja pada Job Fair kali ini, Yayan mengaku belum bisa menyampaikan hasilnya. Namun, berdasarkan pengalaman Job Fair di Cibiru beberapa waktu lalu, kegiatan tersebut mampu menyerap sekitar 600 pencari kerja.
Baca Juga: Saksi Kasus TPPU Febrie Ardiansyah Mangkir dari Pemeriksaan Tim Sembilan, Alasannya Tidak Jelas
Selain menggelar Job Fair keempat tahun ini, Disnaker Kota Bandung juga melepas 40 warga Kota Bandung yang akan bekerja di luar negeri.
Menurut Yayan, para calon pekerja yang diberangkatkan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mendapatkan subsidi pelatihan dari Pemerintah Kota Bandung.
"Jadi, kami bekerja sama dengan LPK. Kalau ada warga Kota Bandung yang diberangkatkan ke luar negeri, mereka mendapatkan subsidi pelatihan bahasa dari Kota Bandung. Kali ini ada 40 orang dengan berbagai macam pekerjaan, seperti caregiver, pengolahan makanan, konstruksi, dan restoran. Mereka akan menjalani program magang selama tiga tahun," ujarnya.
Yayan berharap pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran. Menurutnya, peluang kerja di Jepang masih sangat terbuka.
"Saya kemarin kedatangan agensi dari Jepang. Masih ada ribuan kebutuhan tenaga kerja yang kosong. Mereka sangat tertarik dengan pekerja dari Kota Bandung karena ulet, terampil, dan kreatif. Harapan saya, mereka menjaga nama baik Kota Bandung. Mereka sangat sensitif terhadap perilaku negatif. Jadi, kalau ada tindakan yang buruk, Kota Bandung bisa di-blacklist," tegasnya.
Ia menjelaskan, ke-40 peserta tersebut berasal dari tiga LPK dan telah mengikuti pelatihan yang difasilitasi Disnaker.
"Kalau pelatihannya, sebenarnya anggaran dari Disnaker itu tiga bulan. Tapi setiap LPK punya kebijakan masing-masing. Biasanya sampai keberangkatan sekitar enam bulan. Jadi, mereka dilatih dari nol sampai siap berangkat," paparnya.
Yayan menambahkan, materi pelatihan di setiap LPK disesuaikan dengan bidang pekerjaan masing-masing, seperti caregiver (kaigo) atau perawat lansia.
"Kita melatih bahasa, budaya, disiplin, dan ketangguhan. Jangan sampai karena pola kerja di sini dengan di Jepang berbeda, kekuatan mental dan fisik tidak siap. Makanya ada pelatihan yang bahkan melibatkan teman-teman dari Sesko melalui LPK Hikari," pungkasnya.***



