POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Gufron menyampaikan untuk rombongan belajar (rombel) tahun ini maksimal 32 sampai 36 anak sehingga tidak ada lagi yang 3 shift.
"Kita di tahun sekarang itu maksimal di shift 2. Satu rombel ada yang 32 sama 36, tergantung kapasitas ruangan," ujar Asep saat dihubungi, Jumat 17 Juli 2026.
Disampaikan Asep, kondisi pengisan siswa di sekolah-sekolah negeri Kota Bandung sudah full tidak kurang bahkan masih banyak yang ingin masuk sekolah negeri.
Baca Juga: Enam Mobil Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan-Sibolangit Akibat Rem Blong Truk, 9 Jadi Korban
"Bandung mah bukan kurang, malah masih banyak yang ingin masuk. Tapi kan gak bisa udah ditutup sudah full semua saat diumumkan juga," tuturnya.
"Jadi kemarin sudah disisir lagi, jadi tidak ada lagi ruang kelas, baik SD, SMP, termasuk TK yang kosong sudah full, sesuai dengan usulan kita ke Kemendikdasmen," tegasnya.
Kata Asep untuk total keseluruhan siswa tertampung di tingkat SD negeri ada 22 ribu dan tidak tertampung dan masuk swasta ada sekitar 10 sampai 12 ribu.
Baca Juga: Tunjangan DPRD Kabupaten Cirebon Jadi Sorotan, Dinilai Tak Selaras dengan Kondisi Fiskal
Sedangkan siswa tertampung untuk tingkat SMP negeri sekitar 19 ribu dan tidak tertampung sekitar 15 ribu.
"Jujur, peminat ke negeri masih luar biasa tiap tahun, hebat pokona mah. Kalau kita nggak hati-hati menyikapi SPMB mah, piraméun pokona mah. Ya alhamdulillah.
Kita kan gencar sosialisasi, kasih paham ke orang tua. Jadi kan sama saja, baik di negeri, di swasta, apalagi yang golongan menengah ke atas. Kita lebih sarankan masuk ke swasta," paparnya.
Pada kesempatan itu Asep pun menyampaikan akan ada pembangunan sekolah baru sekitar 2 sekolah yakni SD di daerah Bojongloa dan SMP di daerah blank spot kecamatan Regol atau tepatnya SMP 75.
Baca Juga: Iran Minta Houthi Bersiap Tutup Jalur Minyak Laut Merah Jika AS Serang Infrastruktur Teheran
"Kita bangun tahun ini, sekarang sudah mulai. Nah terus ada lagi nyari rehab, terus nambah ruang kelas, kayak yang SD Lengkong, itu kan ditambah ruang kelasnya. Yang tadinya sekolahnya jelek banget, sekarang kita bangun 2 lantai. Karena emang di sana banyak sekali minat masuk ke SD," jelasnya.
Begitupun untuk tingkat SMP kata Asep ada 2 sekolah yang masih lebih dari dua shift sehingga butuh ruang kelas baru.
"Ya 2 shift karena sekolahnya masih menyatu. Kayak ini, SMP 67 sama 47 itu kan masih menyatu. Ada yang dengan SD, ada yang dengan SMP lagi," tutupnya.***



