POJOKSATU.id, Kota Bandung -  Gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota kian gencar.

Seperti dilakukan Kecamatan Bandung Kulon yang berupaya terus meningkatkan patroli malam secara rutin. Terutama diakhir pekan dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas.

Menurut ‎Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Bandung Kulon, Perry Yoga Sukmana, patroli malam dilaksanakan setiap hari mulai pukul 21.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga: Rapat Kerja Ikatan Motor Honda Jawa Barat 2026, Perkuat Sinergi dan Eksistensi Organisasi

‎‎"Sudah pasti setiap malam kami melaksanakan patroli dari pukul 21.00 sampai kurang lebih pukul 02.00 rutin. Khusus malam Sabtu dan malam Minggu kami melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) bersama unsur TNI-Polri," ujar Perry kepada wartawan di balai kota .

Setiap akhir pekan patroli malam diperkuat karena berdasarkan evaluasi, potensi gangguan keamanan cenderung meningkat.

Selain itu, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) juga turut dilibatkan untuk membantu menjaga keamanan lingkungan.

Baca Juga: Menguak Tewasnya Dokter Alex Kristo PPDS RSUD Siak, Ada Memar di Kepala Akibat Benda Tumpul

Beberapa di antaranya berasal dari organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang ada di wilayah Bandung Kulon.

‎‎"Melibatkan Linmas dari delapan kelurahan di Kecamatan Bandung Kulon. Setiap kelurahan mengirimkan satu hingga dua orang agar mereka mengetahui titik-titik yang dianggap rawan di wilayah kami," katanya.

‎‎Perry mengungkapkan, selama Juli 2026 belum ada laporan kasus kriminal yang terjadi di wilayah Kecamatan Bandung Kulon.

Baca Juga: Cara Dapat Promo Atlantis Ancol Beli 3 Gratis 2, Berlaku untuk Rombongan 5 Orang

Adapun beberapa kejadian yang sempat terjadi berada di kawasan perbatasan yang merupakan jalur utama nasional dan berada di luar kewenangan wilayahnya.

‎‎"Alhamdulillah untuk bulan ini belum ada kejadian yang tercatat di wilayah Bandung Kulon. Kalau pun ada, itu lebih banyak terjadi di kawasan perbatasan," ucapnya.

‎‎Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan dan begal yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga: Beasiswa Binus University hingga 100 Persen untuk 12 Kampus, Cek Jalur dan Program Studinya

‎‎Menurut Perry, pelaku kejahatan jalanan saat ini banyak berasal dari kalangan usia muda yang terpengaruh lingkungan pergaulan maupun kelompok tertentu.

‎"Ya betul kami terima, pelakunya banyak yang masih muda, bahkan berstatus pelajar, usia SMP hingga SMA. Ini menjadi perhatian bersama karena mereka mudah terbawa pengaruh kelompok," tegasnya.***