POJOKSATU.id, Kota Bandung - Tiga hari sejak tanggal 15-18 Juni 2026 ini Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung telah melakukan sensus ekonomi.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung Nevi Hendri, S.Si., M.M. pada program serentak seluruh Indonesia ini di kota Bandung dilakukan oleh 1.909 orang petugas yang sudah tersebar ke seluruh wilayah.

Dalam kuesioner ada data individu yang ditanyakan mencakup variable pendidikan, pekerjaan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan juga fasilitas rumah.

"Termasuk kalau ada usaha di rumah tangga yang didatengin sifatnya dia tidak punya bangunan usaha khusus. Artinya yang usaha-usaha keliling (PKL) itu ditangkapnya di rumah tangga. Tapi kalau ada bangunan yang didatengin usaha misalnya toko, pasar-pasar, nah itu di covernya adalah jenis usaha di lokasi tersebut," ujar Nevi di balai kota.

Kata dia sensus ekonomi ini semua bangunan, baik bangunan tempat tinggal, bangunan usaha, maupun bangunan campuran didatangi sehingga semua tidak akan terlewat.

"Seperti tadi saya sampaikan, kalau ketemu bangunan usaha maka langsung didata terkait dengan usahanya di bangunan tersebut. Tapi kalau usahanya tidak menetap maka usahanya ditanyakan di rumah tangga tersebut. Contoh misalnya usaha tapi keliling, nah kita nangkep yang keliling itu tidak di lokasi kelilingnya. Seperti PKL yang tidak menetap hanya pulang, buka lapak terus pulang, nah itu ketangkepnya di rumah. Maka semua jenis pendapatannya, struktur usahanya ditanyakannya di rumah," ucapnya.

Pihaknya sudah menargetkan melalui  statistik bisnis register SBI, bahwa ada sekitar 450 ribuan unit usaha di kota Bandung.

Itu akan dicek dan kemungkinan bisa bertambah atau bisa berkurang, tergantung nanti petugas saat melakukan pendataan rekapitulasinya.

"Dan rumah tangga sekitar 750-an rumah tangga, total itu sekitar 1,2 juta yang kita datangin. Baik koresponden rumah tangga maupun koresponden lain usaha," tuturnya.

Nevi pun menyampaikan target hariannya pendataan perkirakan mencapai 1,5% dari target 1,2 juta.

"Dan saya tadi monitor di dashboard kita sekarang aja di hari ini, di hari ketiga sudah hampir mendekati 4%. Jadi dengan demikian kalau sehari sudah bisa mendatang 1,5% itu kita optimis tercapai. Dan yang paling penting saya simpulkan pada para pelaku usaha maupun rumah tangga apabila ada kedatangan petugas sensus dengan ciri-ciri memakai rompik bertuliskan petugas sensus, ada surat tugas dan juga tanda pengenal.
Terimalah kedatangan mereka dan jawablah pertanyaan yang ditanyakan oleh para petugas sensus dengan apa adanya," imbuhnya.

Disinggung kondisi ekonomi di kota Bandung, Nevi mengaku belum terukur karena masih terlalu dini, karena sistem dashboardnya bisa membedah juga langsung data-data yang masuk ke server, dalam artian pihaknya juga akan selalu memonitor contoh struktur ekonomi secara PDRB-nya bahwa di kota Bandung dinominasi perdagangan.

"Tetapi yang baru masuk dari akomodasi hotel.  Jadi seolah-olah akomodasi hotel ini masih tinggi, padahal karena memang yang terdata masih banyak sekitar yang akomodasi kos-kosan, hotel, artinya masih terlalu dini. Kalau secara PDRB-nya struktur kita itu ekonomi Kota Bandung share yang paling besar adalah dari perdagangan, dan nanti juga akan terlihat bagaimana ekonomi digital terpotret," ucapnya.

Kata Nevi salah satunya dari penggunaan internet, sedang sektor transportasi dan telekomunikasi akan terlihat strukturnya seperti apa setelah semua tuntas.

Tapi harus dikawal prosesnya, misalnya bila ada anomali data, bisa deteksi awal.

"Karena data itu langsung kita warning, mana yang kosong, mana yang terlalu ekstrim, kita cek lagi, apakah benar misalnya satu usaha minus pendapatannya. Nah ini kita komfirmasi lagi, dari pengawas di-reject di aplikasinya, tolong cek lagi, satu usaha ini kok pendapatannya minus, kurang lebih seperti itu. Ini bagian dari quality gate yang dianjurkan oleh BPS.

Nevi berharap rumah tangga yang didatangin petugas sensus bisa menjawab pada saat ditanya apakah di rumah tangganya ada yang pelaku ekonomi digital.

Pasalnya kalau  tidak menjawab maka tidak terpotret.

"Semua tergantung selain dari petugas, dari responden, jawaban. Mudah-mudahan ini bisa menjawab itu sehingga potret keseluruhan Bandung ekonominya terpotret," tutupnya.