POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan pawai kemenangan Persib tengah dibuat beberapa skenario, skenario terbaik ataupun skenario terburuk.
Termasuk skenario Sasapu (menyapu,red) dari mulai hari Jumat, Sabtu malam Minggu sampai Senin subuh.
"Tapi mudah-mudahan mah skenario terbaik yang terjadi. Kalau skenario terbaik, maka kita mesti mengukur kekuatan dari jembatan penyebrangan orang (JPO), terus juga pembatasan masuk ke pendopo," jelas Farhan di balai kota.
Lanjutnya, karena Pendopo Kota Bandung merupakan cagar budaya sehingga harus hati-hati bila banyak warga yang diperkenankan masuk nanti.
Kata dia, banyak hal-hal detail yang mesti diperhatikan terlebih piala kemenangan rencananya nanti akan ditampilkan di balkon JPO dengan kondisi JPO tersebut sempit.
"Ya maka lagi, lagi diukur kekuatannya dan juga daya tampungnya lagi diukur, itu sangat terbatas. Tapi memang memungkinkan kayaknya hanya pemain dan manajemen yang ke atas ya," ucapnya.
Sedang terkait antisipasi kerusakan taman di sekitar alun-alun dan pendopo.Farhan mengaku sudah terbiasa.
Namun kata dia, yang paling penting taman di dalam pendopo, karena itu cagar budaya yang harus dijaga.
"Jadi memang pembatasan, tapi kan bocor dari mana-mana. Ada bocor dari samping, ada bocor dari depan. Ya mudah-mudahan bisa dijaga. Semuanya termasuk TNI, Polisi, ada yang jaga," tegasnya.
Farhan pun memahami jika terjadi kerusakan taman akibat konvoi.
Hal itu karena saat ini warga Kota Bandung perasaannya sedang campur aduk.
Antara senang dan tegang sehingga jadi lebih sensitif terhadap berbagai macam isu.
"Kita punya Gubernur yang alhamdulillah aktif pisan. Kemarin Kirab bikin kita senang, tapi memang ada kerja keras persiapan dan beres-beres. Kemudian, lari bikin macet sedikit, walaupun sebentar, tapi bikin kesel gitu. Sementara Persib tegang, ya, antara menang atau Kalah, gitu ya. Pada saat bersamaan ada kejadian Cicadas. Jadi kan, saya kira ya, kalau di Kota Bandung mah sekarang lebih banyak kita sedang mengatur emosi daripada mengatur teknis," ucapnya.
Lanjutnya jangan sampai salah mengatur teknis, berakibat membuat emosi meledak, sehingga harus hati-hati.
"Jadi saya mohon dukungan dari seluruh warga Kota Bandung. Event apapun yang ada di Kota Bandung itu tujuannya baik. Bahwa itu akan menimbulkan ada yang seneng banget, ada yang ga suka banget, gitu ya. Tapi bagaimanapun juga, apa yang sedang kita lakukan di Bandung ini merupakan sebuah sinergi dengan semua orang termasuk pemerintah pusat, provinsi, dan daerah," bebernya.
"Kita akan bekerja bersama-sama memastikan bahwa semua acara di Kota Bandung lebih banyak menimbulkan emosi senangnya daripada emosi marahnya. Penutupan jalan psti ada, kabayang, ya. Depan JPO, terus piala diangkat, sudah pasti pada berenti, udah pasti ketutup. Kantong parkir belum tahu persis tapi pasti disiapkan cuma memang daya tampungnya pasti tidak akan mencukupi. Iya, sebenarnya idenya bagus sih, angkat piala di tengah jalan, gitu kan. Ya, lah, gitulah, kira-kira lah, ya," tutupnya.



