POJOKSATU.id, Kota Bandung - Rupiah melemah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menghimbau warga gunakan produk lokal.
Menurut Farhan, ini momentum bagi produk-produk brand lokal konsumsi di kota Bandung.
Para produsen harus betul-betul meningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan promosinya.
Sehingga warga punya pilihan lebih banyak untuk membeli barang-barang produk lokal, karena jauh lebih murah daripada membeli produk impor.
Kata Farhan dalam keadaan sekarang ini pemerintah pusat sedang mencari berbagai macam alternatif, contohnya pendapatan devisa negara tidak hanya dari US dollars tapi juga dari yuan.
"Itu sedang dilakukan dan kita akan memperhatikan ini dengan sangat baik. Sayangnya, masalah moneter itu bukan kewenangan pemerintah daerah, maka pemerintah daerah memastikan satu efisiensi belanja," jelasnya.
Lanjutnya perlu diketahui, salah satu yang paling berat untuk Pemda Bandung adalah harga BBM solar.
Pasalnya untuk kendaraan pengangkutan sampah tidak boleh memggunakan pertalite namun harus pertamax dexlite.
"Yang harganya, wuf. Nah, itu mempengaruhi biaya operasional untuk pengangkutan sampah karena nggak boleh pakai biosolar. Ini penting sekali. Sedangkan untuk operasional kendaraan sehari-hari dari pemerintah kota Bandung sudah banyak jauh dikurangi," jelasnya.
"Insya Allah akhir bulan ini saya akan bisa mendapatkan hitungan seberapa besar efisiensi listrik dan efisiensi BBM dengan adanya WFH. Dan pengurangan penggunaan anggaran untuk perjalanan dinas yang sudah dipotong 50%," tuturnya lagi.
Terkait daya beli sendiri kata Farhan justeru khawatir berhubungan dengan inflasi.
Seperti diketahui selama ini gandum dan kedelai itu masih 100% impor. Maka harga tahu, tempe, dan mie ini pasti naik.
Sedangkan kebutuhan untuk tiga komoditas ini sangat tinggi.
"Ini yang saya khawatir. Hari ini juga saya lagi berusaha mengevaluasi tentang suara-suara dari para pedagang daging yang meminta agar ada pengendalian harga. Karena harga daging sekarang ini menurut para pedagang sudah terlalu tinggi. Nah, ini yang lagi kita mau bicarakan. Jangan sampai terjadi kelangkaan daging sapi di kota Bandung," tegasnya.
Sementara untuk kemungkinan harga naik, seperti tahu dan tempe, Farhan akan meminta para pengrajin tahu tempe agar lebih efisien.
"Tapi, bukan berarti tahunya dikecilin, tempenya ditipisin ya. Tapi efisien itu efisien produksinya. Tolong perhatikan juga masalah lingkungan hidup. Jangan sampai limbahnya itu mencemari, karena kalau limbahnya mencemari maka akan ada tindakan hukum, tindakan hukum itu akan menambah biaya produksi. Jadi jangan sampai melanggar hukum, itu nomor satu," tegasnya.
Masih kata Farhan, ia yakin jaminan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan bahwa impor kedelai, impor gandum itu akan terjamin sama seperti impor untuk pupuk dan impor untuk BBM.
"Insya Allah akan terjadi. Pasti akan ada kenaikan, tetapi dengan adanya jaminan dari pemerintah bahwa BBM berusaha tidak naik, itu secara psikologis orang juga jadi kayak nggak punya alasan untuk menaikan harga secara meningkat. Tetapi kami bersama BPS akan betul-betul mengawasi bagaimana perkembangan harga bahan pokok di pasar selama seminggu ini. Mudah-mudahan semuanya jalan, amin," harapnya.



