POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kabid Penyelamat pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Imanuel Situmorang membenarkan kebakaran terjadi di restoran kawasan Ciwalk diakibatkan konsleting listrik.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung kami tangani," jelas Imanuel di balai kota, Rabu 13 Mei 2026.
Akibat kebakaran itu kerugian yang dialami sekitar 100 juta, beruntung kebakatan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Dalam kesempatan itu Imanuel pun menyampaikan selama tahun 2026 ini sudah terjadi 107 kasus kebakaran, rata-rata diakibatkan konsleting listrik.
"Biasa di objek terbakar itu dapur, kemudian ruangan yang menimbulkan percikan api. Kebanyakan terjadi di perumahan. Ini bisa karena kelalaian manusia, penumpukan penggunaan listrik, kemudian lebih daya," jelassnya.
Imanuel menghimbau masyarakat agar lebih waspada, aware dan peka terhadap sekitar serta segera menelepon call center jika ada kebakaran.
Imanuel juga mengingatkan di musim kemarau tinggi dengan kelembaban kurang ini, masyarakat diminta selalu waspada.
Kata dia yang perlu dilakukan dalam pencegahan diantaranya lebih memperhatikan situasi lingkungan, melakukan simulasi atau edukasi di tingkat kewilayahan.
Pengadaan alat pemadam kebakaran (Apar,red) di rumah sendiri kata dia sebenarnya sudah ada Perda dimana mewajibkan setiap rumah memilikinya.
Hal itu untuk antisipasi kebakaran di lingkungan.
Apar yang ada bisa dari ukuran terkecil yakni 3 kg dengan harga sekitar 300 ribu rupiah dan masa kadaluarsa per dua tahun.



