POJOKSATU.id, Kota Bandung - Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Leontinus Alpha Edison mengatakan Perintis Berdaya Connect adalah sebuah solusi (one stop solution) untuk pemerintah baik itu pusat maupun daerah dalam membantu memberdayakan supaya UMKM ekonomi kreatif, kooperasi dan rekan-rekan usaha masyarakat lainnya bisa lebih produktif.
Kata dia pilar pertama rencana program ini adalah pembangunan kapasitas (capacity building).
Pilar kedua itu akses perusahaan, pihaknya ingin memberikan akses kepada pelaku usaha masyarakat mendapatkan kemudahan bahan baku, teknologi produksi, pembiayaan, hingga akses pemasaran.
"Juga harus omni channel, kalau bisa kita akan bantu sampai bisa go global. Plus ada legalitas dan haki yang sangat dibutuh mereka. Juga tidak lupa jika usaha mereka sudah mulai jalan, sudah mulai maju, ketika mereka butuh pembiayaan akan di fasilitasi disini. Jad ini adalah one stop solution," jelas Leo usai launching di Bandung Creative Hub, Selasa 11 Mei 2026.
"Harapannya, bisa lebih banyak dieksekusi di berbagai daerah. Bandung ini yang pertama yang kami eksekusi dan harapannya juga kita tidak hanya bekerja sendiri. Berkolaborasi baik itu di pemerintahan pusat kami Kementerian Koordinator ataupun dengan masyarakat dan Kementerian UMKM serta Kementerian Komunikasi Kreatif, Kementerian Koperasi dan lainnya," harapnya.
Lanjutnya, program ini dengan berbagai mitra, dan mitra itu adalah orang-orang yang sangat menguasai kondisi sosial ekonomi lokal.
"Dalam hal ini, Bandung dan mitra ini adalah praktisi benar-benar juga pengusaha yang bisa berbagi menjadi coach, menjadi mentor agar teman-teman UMKM belajar langsung dari praktisi di lapangan. Harapannya mereka tidak hanya mempertahankan bisnisnya tapi juga bisa naik kelas, nah naik kelas itu bukan hanya sekedar omsetnya naik ya tapi berbagai macam naik kelas," imbuhnya.
Lanjut Leo semisal dari yang belum menggunakan teknologi menjadi bisa menggunakan teknologi yang lebih baik.
Yang tadinya belum mendapatkan pembiayaan, kita bisa membantu mereka untuk mendapatkan pembiayaan, yang tadinya misal pegawainya masih sedikit bisa lebih berkembang dan bisa mempekerjakan lebih banyak orang.
Masih kata Leo target awal program ini adalah salah satu bagiannya adalah pengentasan kemiskinan.
Jadi pengentasan kemiskinan itu ada tiga mandat utama, yang pertama itu mengurangi beban pengeluaran, yang kedua apabila beban pengeluaran sudah berkurang pastilah harus membantu meningkatkan pendapatan.
"Mengurangi kemiskinan, nah ini adalah mandat kedua yang menjadi target kami, jadi kita ingin masyarakat Indonesia itu bukan hanya menerima bantuan yang sifatnya sosial, tapi targetnya itu kita ingin merubah mindset, setelah bantuan sosial itu masuk masyarakat Indonesia itu bisa produktif, bisa berdaya dan bisa mandiri," tegasnya.
Ditambahkan, Kepala Disbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa bahwa program ini menjadi pilot atau percontohan.
"Kalau di Bandung ini tentu sebagaimana kita maklumi di ekonomi kreatif ini kita kuat di kuliner kemudian di fashion dan kriya. Tapi nanti juga ke depan tidak menutup kemungkinan ke subsektor yang lain di ekonomi kreatif seperti digital media dan lain sebagainya," jelas Adi.
Lanjutnya, meskipun pendekatannya mungkin berbeda tapi yang jelas berbagai kemungkinan untuk memajukan ekonomi kreatif di kota Bandung Ini akan dikolaborasikan.
"Tentu nanti dibimbing dari Kemenko PM dan ini akan terus kita sebarkan Informasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif di kota Bandung," imbuhnya.



