POJOKSATU.id, Kota Bandung
- Batas akhir suplai pakan satwa di Kebun Binatang (Bandung Zoo) besok tanggal 5 Mei 2026.

Menanggapi itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku tengah mengupayakan agar ada ijin khusus dari Kemenhut dan pemerintah provinsi agar mendapat ijin lembaga konservasi.

"Hari ini kami sedang mengupayakan agar ada ijin khusus dari Kemenhut dan pemerintah provinsi agar kami mendapatkan ijin lembaga konservasi sementara, supaya tadinya kan pemerintah pusat inginnya relokasi nih si satwa-satwanya tapi amanat dari Gubernur gak boleh relokasi makanya kita sedang memperjuangkan supaya tidak direlokasi," ujar Farhan.

Sampai hari ini kata Farhan, belum ada pihak yang akan menjadi pengelolaan kebun binatang.

"Belum ada, kita masih berusaha menyeleksi dengan lebih ketat karena ada beberapa syarat yang masalah budaya dan sejarah ini agak susah diukur," tegasnya.

Apakah kebun binatang kedepan pengelolaannya bisa menjadi BUMD atau BULD, kata Farhan masih dalam tahap pembahasan. Hanya saja untuk jadi BUMD agak sulit karena nanti harus membuat perda

"Maka kita hanya akan membuka kemungkinan untuk sementara dikelola dulu sebagai lembaga konservasi pemerintah kota dan pemerintah provinsi. Tenaga kerja masih sama, cuma masalah administrasi aja ada di kita," terannya.

Farhan juga menyampaikan sempat terakhir komunikasi dengan menteri kehutanan ditanyakan keinginan wali kota bagaimana dalam pengelolaan itu.

"Saya bilang maunya dikuasai oleh negara, ini sudah terjadi, kita lagi manfaatkan terus moment ini supaya betul-betul kita menguasai sebagai pemerintah di Indonesia ini betul memanfaatkan karena kan perjalanan sejarahnya panjang fungsi edukasinya banyak jadi memang harus dipertahankan," tandasnya lagi.

Masih kata dia, pengelolaan kebun binatang kedepan secara administrasi harus memanfaatkan ijin sementara dari kementerian kehutanan kepada lembaga konservasi di pemerintah kota dan provinsi, baru setelah itu pihaknya akan merenovasi beberapa lokasi disana sehingga kemudian bisa beroperasi segera mungkin.