POJOKSATU.id, Kota Bandung - Hari ini Kamis 30 April 2026, kuota pengangkutan sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) habis.
Sehingga untuk hari Jumat, Sabtu, dan Minggu tidak ada lagi kuota pengakutan sampah, pasalnya karena tiga hari itu TPS tutup.
Bahkan Farhan menegaskan pada hari Minggu TPS, tidak bisa menerima sampah baru.
Seluruh RT, RW, Kelurahan harus bisa mengelola sampah setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu di wilayah masing-masing.
"Maka yang dilakukan sekarang adalah semua lurah harus berembug dengan RW-RW untuk melakukan pengolahan lebih intensif di hari Jumat, Sabtu, Minggu karena sudah tidak bisa lagi membuang dan mengangkut sampah ke TPS. Sekarang ini TPS sudah kita semuanya," tegas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di balai kota.
"Begitupun yang ke Sarimukti sekitar 900 an per hari itu, koutanya sudah habis," jelasnya.
Pengangkutan sampah untuk dikirim ke TPA Sarimukti kata dia baru bisa dilakukan pada hari Senin.
"Iya, baru bisa lagi Senin. Karena memang kuota kita selama seminggu itu sudah habis hari ini gitu," terangnya.
Farhan menyadari hal ini akan menimbulkan banyak kritikkan terlebih selama ini hanya bisa mengangkut dan membuang.
"Ya, memang. Karena bagaimanapun juga, semua upaya yang kita lakukan skalanya itu belum bisa skala yang besar. Skalanya itu baru skala kewilayahan dan rumah tangga. Baik itu untuk pengelolaan sampah organik maupun pengelolaan sampah rumah tangga," jelasnya.
Karenanya Farhan menghimbau pengelolaan di tingkat wilayah itu bisa berupa magotisasi, Kang Pisman, dan lain-lain yang memang hanya kapasitas rumah tangga.
"Total itu semuanya hanya 22% yang bisa kita kelola karena masih di rumah tangga. Insinerator hari ini, baru bisa mengelola 150 ton sehari. Jadi total yang sudah bisa kita kelola tetap 400 ton per hari," bebernya.
Sedang yang seribu ton sebagian sudah dikirim ke Sarimukti, 980 ton.
Namun kuota itu kuota mingguan. Dimana kuota satu minggu 980 x 7 hari itu sudah habis di hari Kamis.
Karena Jumat, Sabtu, dan Minggu tidak ada pengangkutan, Farhan menduga akan ada 5.000 ton sampah menumpuk.
"Maka kepada seluruh warga, kepada seluruh lurah agar bermusyawarah dengan warga masing-masing untuk pengelolaan sampah dulu selama 3 hari ini di masing-masing wilayah. Supaya tidak terjadi penumpukan besar-besaran. Jangan di pinggir jalan, TPS sudah kita tutup. Jadi kelola di masing-masing wilayah dulu selama 3 hari.
Kalau untuk sampah organik, tolong dikelola di wilayah masing-masing," imbuhnya.
Disinggung hasil pertemuan dengan menteri Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu, Farhan mengaku belum ada obrolan lagi.
Yang pasti setiap minggu, pihaknya sudah konsultasi dengan Direktorat Limbah dan Sampah.
"Dan kami sudah mendapatkan arahan-arahan bagaimana cara pengelolaan tersebut. Salah satu yang diusulkan itu bahwa kelurahan sama RW itu kerjasama untuk pengelolaan sampah selama 3 hari ini. Nanti mungkin setelah tanggal 1 Mei saya baru bisa ketemu dengan Pak Jumhur," ujarnya.



