POJOKSATU.id, Kota Bandung - Persoalan sampah di kota Bandung hanya diberi tenggat waktu 8 bulan.
Pasalnya pemerintah pusat sudah mengumumkan bahwa TPA Sarimukti tahun 2027 tidak akan menerima kembali open dumping sampah.
"Sekarang ini kita akan menghadapi krisis yang pasti akan datang, tahun 2027 open dumping akan ditutup oleh pemerintah pusat maka kita harus sudah siap waktu kita hanya delapan bulan," jelasnya.
Dalam waktu tiga bulan kedepan Farhan, menargetkan 300 ton sampah sudah bisa diolah di kota Bandung.
Bahkan kata dia, tadi malam sudah diputuskan enam lahan milik pemerintah kota Bandung akan dialihkan menjadi tempat pengolahan sampah baik itu menggunakan teknologi pengolahan sampah organik maupun non organik.
"Sekarang ini resminya 1500 tetapi karena sampah ilegal sampah kegiatan event wisata dan lain-lain termasuk dibawa sungai total 1800 ton yang baru bisa kita olah 300, yang selama ini ke TPA hanya 1000 jadi setiap hari ada 500 yang bisa kita olah lagi, didalam tiga bulan kedepan 300 selesai total 600 ada 1200 cari lagi jalan untuk melakukan pengolahan," bebernya.
Farhan pun menyampaikan komitmennya terhadap PLTSA Legoknangka dan PLTSA Sarimukti sangat kuat.
Bahkan Pemkot Bandung sesuai arahan pemerintah pusat khususnya Kementrian Lingkungan Hidup akan mencari kemungkinan untuk membangun satu titik lagi untuk Waste-to-Energy (WtE) di daerah kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan itu Farhan mengaku akan meninjau semua lokasi TPS sampah di kota Bandung.
"Saya akan meninjau semua titik, memastikan semua bisa diolah kalau sekedar diangkut kita sudah kehabisan kuota udah pasti dan kota harus membiasakan diri untuk mulai solusi pengolahan karena delapan bulan lagi tidak ada satupun sampah bisa diangkut ke TPA," tegasnya.
Untuk pengadaan lahan WtE sendiri kata dia dibutuhkan lahan seluas 100-300 meter persegi dengan kapasitas 10-20 ton per hari per titik.
"Kota semua teknologi sudah dijajaki yang belum kita jajaki hanya WtE, karena memang permodalan besar sekali dibutuhkan tanah minimal 7 meter plus jarak sumber air baku itu maksimum 10 km kalau gak salah, jadi kita mesti punya sumber air baku sangat besar dan investasi senilai paling tidak 3,6 triliun jadi untuk WtE tidak semudah itu, dan sekarang ada syarat baru dari WtE sampah harus berkualitas sudah bisa dipilah itu sebabnya kami sudah berkomitmen kepada pemerintah pusat danatara dan juga Legoknangka kami akan menyiapkan lahan seluas 5000 meter khusus untuk pemilihan dan kendaraan pengangkut sampah yang bisa dibakar di WtE," bebernya.



