POJOKSATU.id, Kota Bandung - Hujan dengan intensitas tinggi membuat drainase tersumbat sampah menjadi banjir disejumlah titik.

Selain itu disertai karena hujan disertai angin besar pohon-pohon besar banyak yang tumbang.

Melihat kondisi tersebut Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan mengintruksikan tiga sekolah melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Tiga sekolah itu yakni SD Sondari, SMP 54 dan SMP 46.

"Karena situasi cuaca hujan, kita masih belum bisa memastikan aman atau tidak aman. Curah hujan itu bisa tinggi atau tidak menentu. Saya juga sudah lapor ke Pak Wali. Kita sudah konsultasi ke BPPMP, jadi ada beberapa sekolah yang dianggap rawan itu akan di-PJJ-kan. Kita ambil kondisi saat cuaca sudah clear," jelas Kepala Dinas Pendidikan Asep Gufron.

Asep juga menyampaikan dari tiga sekolah tersebut sudah ada yang memberlakukan PJJ karena disekitar terdapat banyak pohon besar yang dikhawatirkan tumbang.

"Ada, sudah sebagian. Misalnya di sekolah SMP yang banyak pohon-pohon besar, itu sudah diinstruksikan supaya di-PJJ-kan, khawatir ada pohon tumbang saat proses belajar mengajar berlangsung," ucapnya.

Lanjutnya, saat ini pihaknya sedang mendata kembali, sekolah mana yang terdampak banjir.

"Walaupun, jujur, banjirnya tidak lama beberapa jam kemudian surut lagi. Tapi kalau hujan tiap hari dan menggenang, itu akan menjadi pertimbangan untuk di-PJJ-kan sementara waktu," tuturnya.

Asep pun membenarkan bahwa untuk sekolah-sekolah di wilayah Bandung timur banyak yang terdampak bencana seperti banjir, angin puting beliung, pohon tumbang, dan longsor.

"Kita lebih mengutamakan keselamatan peserta didik. Belajar tetap bisa dilaksanakan melalui PJJ (pembelajaran jarak jauh), karena kita khawatir ada hujan, angin besar, banjir, atau pohon tumbang itu jelas berbahaya. Saya lebih mengutamakan keselamatan anak didik dan tenaga kependidikan, termasuk guru," tegasnya.

Asep pun sudah menghimbau Kepala sekolah untuk mendata wilayahnya berpotensi bencana, kerawanan dan hal-hal lainnya.