POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kendati hujan intensitas rendah ternyata di kota Bandung kemarin sempat banyak terjadi pohon tumbang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa menurut penjelasan para ahli cuaca, sekarang ini sedang terjadi munson.
"Si munson ini adalah musim angin yang memang kencang, walaupun hujannya nggak banyak. Tapi biasanya memang resiko terbesarnya adalah si pohonnya bertumbangan," jelas Farhan di balai kota, Jumat 6 Febuari 2026.
Karenanya Pemkot Bandung kata Farhan melakukan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan saat hujan ataupun angin kencang.
"Yang kita lakukan adalah memastikan bahwa mereka yang tinggal di seputaran pohon agar antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya tertimpa pohon," paparnya.
"Saya terus terang tidak mungkin bisa mengatakan sok tuar weh (silahkan tebang) gitu, karena ada aturannya. Di trimming mah kita akan selalu mengusahakan untuk melakukan trimming dan segala macam. Karena perawatan pohon-pohon besar ini tidak mudah sama sekali," ucapnya.
Farhan mengaku khawatir, jangan-jangan struktur tanah di kota Bandung tidak cukup kuat menahan pohon-pohon.
'Nah pohon-pohon yang mau dihilangin juga nggak bisa kan. Karena salah satu karakter kota Bandung pohon-pohonan itu.
Jadi ya kita emang lagi waspada aja. Yang pasti setiap kali ada cuaca sudah mulai begini, maka kita sudah menyiapkan tim Damkar, tim DPKP, tim Dinsos, dan tim BPBD untuk langsung bergerak," tuturnya.
Masih kata Farhan perlu dijaga pohon-pohon yang diawasi di titik-titik tertentu dalam kondisi kurang baik.
"Termasuk yang paling parah kemarin kan. Padahal pohonnya kecil-kecilan, masih muda. Nah sementara yang di Regol, itu pohon dengan diameternya sudah 2 meterbrubuh juga," ucapnya.
Farhan sangat berharap dengan antisipasi tidak terjadi hal-hal buruk.
"Contohnya yang di Dago, itu kan ibu dan anak, maka penanganan untuk dia masuk rumah sakit, perawatan, perbaikan mobil, segala macamnya cepat. Kalau untuk yang sakit kita upayakan. Kalau mobil kita asumsi mereka semua sudah punya asuransi," paparnya.
Untuk pohon sudah tuanya kata Farhan, hanya dilakukan pemangkasan, tidak ada penebangan dan itu rutin dilakukan.
Tetapi bila keropos maka akan ditebang.
"Sejak saya turun 22 September, sekarang pemengkasan selalu terjadi. Saya sengaja memang tidak mau ada penebangan karena itu nanti akan masuk dalam indeks RTH. Bukan luasan RTH ya, indeks RTH," paparnya.



