POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa program Jumat bersih merupakan instruksi presiden bahwa terkait sampah, juga harus mengerahkan TNI, Polri, dan Pelajar.
Ia mencontohkan seperti di Bali untuk TNI, Polri sudah melakukannya kemudian Pemkot Bandung juga sama.
Begitupun kementerian Lingkungan Hidup dengan wali kota Tangsel sudah bekerjasama maka itu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah datang ke Kota Bandung untuk menggerakan pelajar lakukan gerakan bersih-bersih atau 'Pagar' menyusul gerakan Gaslah.
"Maka sekarang Jumat Bersih ini di sekolah ini kita terjemahkan dalam program yang bertajuk Pager Bersih 'Pelajar Bergerak Bersih-Bersih'," ujar Farhan.
Terkait sampah Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri kata Farhan sekarang masih tanggung jawab dari SPPG.
Namun pihaknya sudah mulai membangun sebuah program penanganan sampah di Kota Bandung agar food waste dari MBG di sekolah.
"Jadi itu tidak dibawa balik ke SPPG tapi diselesaikan disini tentu tidak semua sekolah punya kemampuan sekarang ini, kita edukasi dulu agar anak-anak dan para guru ngerti mana organik, mana non-organik, yang organik food waste itu harus selesai di sekolah," tegasnya.
Maka nanti dinas pendidikan akan memastikan sekolah-sekolah memiliki fasilitas pengelolaan sampah organik baik itu komposting atau apapun.
"Yang penting tanggung jawab untuk memastikan bahwa ini terjadi satu, kepala sekolah, kedua adalah kewilayahan, karena kewilayahan khususnya kelurahan, itu memiliki satu RW, satu orang petugas pemilah. Nah itu juga mereka bagian dari tanggung jawab tersebut, sehingga apabila ada wilayah kelurahan yang tidak punya lahan untuk pengolahan, pengolahan sampah organik itu bisa dimanfaatkan di sekolah-sekolah itu kira-kira," jelas Farhan.



