POJOKSATU.id, Kota Bandung - Jumlah tunawisma (pengemis, anak jalan, pengamen, dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya di Kota Bandung sebanyak 2003 orang meningkat sekitar 1.156 dari tahun sebelumnya sekitar 847 orang.

"Berdasarkan hasil penjangkauan tahun 2024, tercatat sebanyak 847 orang dari berbagai kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Jumlah tersebut tidak semuanya warga Kota Bandung. Pada tahun 2025, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 2.003 orang," jelas Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Irvan Alamsyah kepada wartawan.

Penyebab peningkatan PPKS tersebut kata Irvan biasa terjadi menjelang bulan Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.

Banyak pendatang baru dari luar Kota Bandung yang datang pada periode tersebut.

"Dan saat ini pun sudah mulai terlihat peningkatan karena mendekati Ramadan," jelasnya.

Mayoritas PPKS kata dia berasal dari daerah Kabupaten Bandung hingga luar pulau Jawa.

"Paling banyak berasal dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, beberapa daerah di Pulau Jawa, bahkan ada juga yang berasal dari Sumatera. Kami pernah mengembalikan tunawisma ke Tanah Datar, Sumatera Barat. Memang ada yang sengaja datang ke Bandung," jelasnya.

Irvan menegaskan para PPKS ini seluruhnya ditangani melalui mekanisme Dinas Sosial. Ada yang dirujuk ke bale atau dikembalikan ke daerah asal.

"Penanganan ini juga berdasarkan laporan dari wilayah, kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya, termasuk laporan mengenai orang terlantar dan rumah singgah. Untuk rumah singgah sendiri saat ini yang dimiliki hanya rumah singgah milik Dinas Sosial, yaitu UPT rumah singgah," paparnya.