POJOKSATU.id, Kota Bandung - Sejumlah taman tematik di kota Bandung dulu dinamai wali kota Ridwan Kamil rencananya akan dirubah nama.

Perubahan nama itu dikarenakan nama tematik taman saat ini sudah tidak relevan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung Luthfi Firdaus mengatakan bahwa sebagian taman-taman tematik nanti di-rename dengan nama menurut pada silsilah budaya, lokasi, dan kebiasaan setempat.

"Nah itu lagi dikaji sama Disbudpar. Saya udah sampaikan ke pak Adi, taman-taman yang harus dikaji lagi namanya. Kalau dulu kan nama-namanya taman tematik disebutnya dan sekarang sudah tidak relevan, seperti taman lansia yang kesana kn bukan lansia semua," jelas Luthfi.

Namun kata Luthfi penggantian nama tidak semua taman tematik hanya beberapa taman yang secara konteksnya udah gak relevan. Semisal taman fitnes taman tersebut tidak dipakai hanya untuk fitnes saja.

Luthfi pun menyampaikan ada sekitar 16 taman yang diusulkan. Diantaranya taman fitnes, taman fotografi, taman lansia, dan lainnya.

Untuk taman lansia sendiri menurutnya akar budayanya taman Cibeunying begitupun taman Kandaga Puspa, taman Dago Cikapayang, dan taman Super Hero.

Disinggung anggaran penggantian nama, Luthfi mengaku memang ada anggaran mengganti papan nama namun lagi-lagi kata dia tidak semuanya diganti nama.

"Kita nunggu kajian dari disbudpar sama asesmennya pak Wali seperti apa. tapi yang pasti ada beberapa taman yang sudah tidak relevan secara tematik, itu yang mau prioritaskan," ucapnya.

Soal penggantian nama bertujuan menghilangkan jejak wali kota dulu Ridwan Kamil.

Dibantahnya, kata Luthfi sebenarnya wali kota saat ini M Farhan ingin taman itu didudukan lagi sebagaimana mestinya.

"Zaman karuhun dulu kan ada akar budayanya tuh, kayak taman Cibeunying kan itu ada akar budayanya kan. Itu sebetulnya dasar keinginan pak wali secara budaya sama sosial. Terus secara fungsional emang gak relevan kan," jelasnya.

"Nanti Konsep tamannya kan bisa lebih leluasa kalau misalkan namanya taman fitnes, kita harus bikin tempat fitnes saja. terus kita terapkan, jalan juga kan secara aktivasi," bebernya.

Target pergantian nama sendiri masih harus menunggu Disbudpar yang punya kegiatan untuk kajian pengantian nama.

Namun dipastikan penggantian nama dilakukan tahun ini. Pihaknya akan mencoba 3-4 taman dulu uang paling utama.

Dalam kesempatan itu Luthfi pun menyampaikan evaluasi taman alun-alun dan hutan kota Babakan Siliwangi.

Kata dia sebetulnya untuk Baksil yang bolong itu, memang belum disentuh perbaikan.

Pihaknya baru memperbaiki area luar dengan alasan terbatasan biaya waktu itu.

Kemungkinan tahun ini akan diselesaikan dan untuk di area Forest Walk-nya akan diganti.

Sedang untuk taman alun-alun itu masih tahapan pemeliharaan. Tengah dievaluasi sampai posisinya ideal untuk dinikmati warga.

"Pak Wali sudah wanti-wanti untuk ruang-ruang publik itu menjadi prioritas, karena menjadi hiburan gratis masyarakat kota Bandung. Cuman kemarin ini kan waktu baksil itu kan memblundak tuh kebun binatang ya, akhirnya kesebelah tuh (baksil) kan. jadi kita juga agak kewalahan kemarin, termasuk yang alun-alun, ada kerusakan-kerusakan dan vandalisme. Kita lakukan monitoring dan perawatan terus karena memang kemarin overload juga yang masuk ke sana," ucapnya.

Kedua taman tersebut kata Lutfi akan dibuka kembali sekitar awal Febuari atau 2 minggu lagi.