POJOKSATU.id, Kabupaten Bandung - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tancap gas membenahi sarana pendidikan yang mengalami kerusakan.

Program rehabilitasi ruang kelas sekolah dasar dan menengah terus dikebut demi memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung aman, nyaman, dan berkualitas.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat meninjau langsung ruang kelas yang telah direhabilitasi di SMP Negeri 1 Cisarua, Rabu (14/1/2026).

Ia menegaskan, perbaikan fasilitas pendidikan dilakukan secara bertahap dan menyasar sekolah-sekolah yang kondisi bangunannya sudah tidak layak.

Menurut Jeje, sepanjang tahun anggaran 2025, pemerintah daerah telah menyelesaikan perbaikan puluhan ruang kelas di tingkat SD dan SMP negeri.

Hasilnya, sebanyak 82 ruang kelas SD dan 16 ruang kelas SMP kini sudah kembali digunakan dengan kondisi yang lebih aman.

“Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah. Anak-anak harus belajar di ruang yang aman dan nyaman, bukan di bangunan yang membahayakan,” ujar Jeje.

Ia menilai, pembenahan sarana pendidikan bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bandung Barat.

Fasilitas yang memadai diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi siswa maupun guru.

Memasuki tahun anggaran 2026, Pemkab Bandung Barat memastikan program rehabilitasi sekolah tidak berhenti.

Anggaran sekitar Rp25 miliar telah disiapkan untuk melanjutkan perbaikan ruang kelas dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Masih ada sekolah-sekolah yang perlu penanganan segera. Program ini akan terus berjalan sampai seluruh siswa mendapatkan ruang belajar yang layak,” kata Jeje.

Pemerintah daerah berharap, percepatan rehabilitasi sekolah dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran sekaligus menekan risiko keselamatan akibat bangunan sekolah yang rusak.