POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pemerintah Kota Bandung mulai mematangkan rencana pembongkaran Teras Cihampelas.

Di tengah wacana tersebut, Pemkot memastikan aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetap berjalan melalui skema relokasi yang aman dan tertata.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana pembongkaran Teras Cihampelas masih menunggu rampungnya seluruh perizinan.

Meski pengelolaan kawasan sempat dibahas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Farhan menegaskan kewenangan perizinan tetap berada di tangan Pemkot Bandung.

“Dalam dialog dengan Pak Gubernur saya sampaikan, kalau mau dibongkar oleh provinsi, izinnya tetap dari kita. Sekarang kita sedang mengupayakan izin pembongkarannya,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung pada Senin (12/1/2026).

Soal anggaran pembongkaran, Farhan mengaku belum dapat memastikan sumber pendanaannya.

Saat ini, pemerintah kota memilih fokus menyelesaikan aspek perizinan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan.

“Anggarannya belum tahu, sekarang kita urus izin pembongkaran dulu,” katanya.

Secara teknis, pembongkaran akan dilakukan secara menyeluruh.

Seluruh struktur Teras Cihampelas, termasuk 69 tiang penyangga, direncanakan diratakan setelah izin penghapusan aset diterbitkan.

“Semua akan dibongkar, total ada 69 tiang. Ini menyangkut penghapusan aset, jadi izinnya harus lengkap,” jelas Farhan.

Sebagai langkah pengamanan, akses di bagian atas Teras Cihampelas saat ini sudah ditutup.

Penutupan dilakukan demi keselamatan warga sembari menunggu kejelasan waktu pelaksanaan pembongkaran.

Pemkot Bandung juga menyiapkan skema relokasi bagi UMKM yang sebelumnya berjualan di area atas.

Para pedagang diarahkan pindah ke area bawah, namun bukan ke trotoar, melainkan ke lokasi khusus yang telah disiapkan pemerintah.

“UMKM di atas kita arahkan ke bawah, bukan ke trotoar, tapi ke tempat khusus yang kita siapkan,” tegas Farhan.

Petugas turut melakukan penataan area pedestrian, termasuk membersihkan tiang dan fasilitas penerangan.

Seluruh lampu pedestrian dipastikan kembali menyala agar jalur atas dan bawah aman, terang, dan nyaman dilalui warga.

Sebagai pengganti fungsi ruang publik, Pemkot Bandung juga menyiapkan pengembangan Taman Kolong Jembatan Pasupati.

Kawasan tersebut direncanakan menjadi destinasi wisata kuliner baru yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Kolong Pasupati, khususnya di belakang taman yang sudah ada, akan kita jadikan salah satu tempat wisata kuliner,” ujar Farhan.

Hingga kini, rencana penataan kawasan masih terus dibahas bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.

Waktu pasti pembongkaran Teras Cihampelas akan ditentukan setelah seluruh perizinan dinyatakan lengkap, agar proses berjalan tertib dan tidak merugikan masyarakat.