POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan lima Kantor Wilayah Gubernur yang difungsikan sebagai pusat komando penanganan kebencanaan di daerah.

Kelima kantor wilayah tersebut berlokasi di Kota Bogor, Kabupaten Garut, Kabupaten Purwakarta, Kota Cirebon, dan Kota Bandung.

Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemprov Jabar dalam menghadapi potensi bencana alam yang meningkat seiring datangnya musim hujan.

Baca Juga: Banyak Kesamaan Barang Bukti TKP SMAN 72 Jakarta dengan Rumah Pelaku FN di Cilincing

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pembentukan Kantor Wilayah Gubernur merupakan bagian dari strategi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayah Jabar.

"Kantor gubernur wilayah ini disiapkan sebagai antisipasi komando saat terjadi bencana besar. Berdasarkan analisis, wilayah Cirebon menjadi lokasi paling aman sebagai pusat komando, sementara wilayah Purwakarta relatif lebih stabil," ujar KDM- sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemprov Jabar menegaskan komitmennya membangun sistem tanggap darurat yang terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Baca Juga: LENGKAP! Ringkasan Materi Teks Pidato Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 2 Kurikulum Merdeka

"Yang paling penting bukan hanya tanggap setelah bencana, tetapi siaga sebelum bencana," tegas KDM

Menurut KDM, penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Seluruh unsur pemerintah dan masyarakat harus bersinergi di bawah koordinasi Pemprov Jabar

"Jawa Barat tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga. Semua unsur, dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan harus bergerak bersama melindungi masyarakat,"ujarnya.

Baca Juga: Laga Pamungkas Putaran I: Ogah Disalip, PSMS Medan Siap Curi Poin di Markas FC Bekasi City

Dalam arahannya, KDM juga menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapan masyarakat terhadap peringatan dini bencana.

Ia menyoroti masih rendahnya kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan BMKG dan lembaga kebencanaan lainnya.

"Budaya siaga harus dibangun. Jangan menunggu bencana datang baru percaya pada peringatan dini. Percaya pada ilmu dan data itu bagian dari iman dan ikhtiar," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Pemdaprov Jabar dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Fokus Pemulihan Terduga FN Pelaku Ledakan Bom SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta

Ia menuturkan, lebih dari 2.500 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan dikerahkan dalam apel tersebut.

"Sinergi ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak dari mitigasi hingga penanganan pascabencana dengan cepat," ujar Rudi Setiawan. ***