POJOKSATU.ID - Panorama alam yang indah di Lembang, menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan wisata favorit di Jawa Barat.
Namun hari ini, sepertinya bukan pilihan yang baik ketika musim hujan untuk berkunjung ke Lembang.
Pasalnya, Lembang seolah berganti wajah ketika turun hujan, jalan di sana lumpuh karena terendam banjir.
Baca Juga: Oknum Polisi Rokan Hulu Selingkuh dengan Istri Polisi, Ketangkep Basah Lagi Begituan di Asrama
Dalam laporan netizen di media sosial, sejumlah titik yang merupakan akses vital masyarakat dan wisatawan lumpuh, pada hari Senin, 29 September 2025.
Seperti yang terjadi di Pasar Panorama, Jalan Maribaya, dan daerah Cikole, sejumlah kendaraan roda dua dan empat tak bisa melintas.
Pengendara yang nekad menerobos banjir dengan ketinggian selutut orang dewasa, terpaksa harus mendorong karena mesinnya terendam air.
Baca Juga: Hibah Miliaran Rumah Dinas Kejaksaan, Karang Taruna Meradang
Bukan hanya menggenang jalan, banjir juga sudah masuk ke rumah warga dan toko-toko yang berada di pinggir jalan.
Menurut pengakuan warga, beberapa tahun lalu ketika Lembang diguyur hujan deras, genangan air masih berada di jalan.
Dalam beberapa tahun ini, genangan tersebut semakin parah hingga masuk ke rumah warga.
Baca Juga: PLN Buka Rekrutmen Nasional 2025, Kesempatan Karier untuk Lulusan D3 hingga S2
Padahal Lembang berada di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut.
Meski begitu, fakta di lapangan memperlihatkan air kemungkinan tak mengalir ke bawah dan justru merendam kawasan Lembang.
Dari fakta itu, ada dugaan drainase buruk jadi salah satu faktor penyebab air tidak mengalir ke bawah.
Dalam mengatasi masalah banjir di Lembang, pemerintah sebenarnya sudah menggelontorkan anggaran besar untuk perbaikan drainase dan trotoar.
Alih-alih membuat wajah Lembang kembali cantik dan romantis ketika hujan, justru malah banjir padahal baru sekitar 1 jam diguyur hujan.
Sebagai daerah wisata, banjir telah memperburuk wajah Lembang dan membahayakan warga setempat dalam beraktivitas.
Banjir tersebut juga terjadi di jalan utama, yang merupakan akses bagi wisatawan untuk menuju ke berbagai objek wisata di Lembang.
Masyarakat menyoroti proses perbaikan drainase yang terburu-buru, diduga dikerjakan secara asal-asalan, tidak sesuai standar.
Sehingga drainase tak mampu menampung dan mengalirkan air, hingga ujung-ujungnya meluap dan merendam jalan serta rumah warga.***




