POJOKSATU.id – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pemerintah tengah menguji coba program bantuan sosial (bansos) berbasis digital di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Program ini diharapkan menjadi terobosan baru untuk mempercepat pelayanan sekaligus meminimalkan kesalahan distribusi.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena mereka melihat sistem digital ini bisa menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Tujuan utama kami adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak,” kata Gus Ipul di Bandung.

Menurutnya, program bansos digital terbuka untuk semua kalangan, baik penerima bantuan lama, mereka yang belum pernah menerima, maupun masyarakat yang ingin mengajukan diri sebagai calon penerima.

Meski begitu, sasaran utama tetap ditujukan kepada keluarga dengan kondisi ekonomi rendah.

Dalam tahap uji coba ini, Kartu Indonesia Sehat (KKS) atau Kartu Merah Putih masih digunakan sebagai sarana utama penyaluran.

“Sistem digital masih berjalan berdampingan dengan mekanisme lama. Kami akan melihat efektivitasnya sebelum memutuskan apakah bisa menjadi sistem utama,” jelasnya.

Gus Ipul menegaskan, kepemilikan ponsel bukan syarat wajib.

Masyarakat yang memiliki ponsel bisa mendaftar secara mandiri melalui tautan resmi, sementara yang tidak memiliki tetap bisa dibantu oleh petugas seperti asisten PKH, TKSK, atau operator desa.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa sistem digital dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber data, mulai dari kependudukan, kepemilikan tanah, kesehatan, catatan kepolisian, hingga perbankan.

“Dengan begitu, penentuan penerima akan lebih objektif dan sulit dimanipulasi. Harapannya, masalah ketidaktepatan sasaran bisa kita kurangi secara signifikan,” ujar Gus Ipul.

Uji coba di Banyuwangi ini akan dievaluasi secara menyeluruh pada tahun 2026. Hasil evaluasi akan menentukan apakah sistem digital layak diperluas ke skala nasional.

“Kalau berhasil, ini bisa menjadi model baru penyaluran bansos di Indonesia,” tutupnya.