POJOKSATU.id, Kota Bandung– UMKM asal Kota Bandung, CV Bechips Indonesia, resmi melepas ekspor perdana produk keripiknya ke Jepang.
Pengiriman dilakukan secara mandiri dengan buyer Sariraya Ltd. Sebanyak 770 karton produk dikirim dengan nilai transaksi mencapai USD14.851.
Pelepasan ekspor berlangsung di Msquare Apartement Business Area, Cibaduyut, Kota Bandung, dan dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi pencapaian ini dan mendorong Bechips menjaga konsistensi kualitas serta kapasitas produksi.
“Kami berharap Bechips terus memperluas penetrasi pasar ke negara lain dengan mengikuti berbagai program pelatihan ekspor,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Muhamad Nur, menyebut ekspor perdana ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di kancah global.
“Ini sejalan dengan tujuan pengembangan UMKM agar naik kelas, dari subsisten hingga mampu menembus pasar ekspor,” katanya.
Bechips merupakan UMKM binaan BI Jawa Barat yang sebelumnya mengikuti program capacity building UMKM Unggulan 2024.
Melalui program tersebut, perusahaan memperoleh pelatihan pengelolaan toko online, pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi SIAPIK, akses pasar lewat Indonesia SME Hub, hingga pelatihan pemenuhan regulasi dan sertifikasi ekspor.
Didirikan pada 2015, Bechips awalnya bergerak di perdagangan produk ritel sebelum bertransformasi pada 2018 menjadi produsen camilan berbasis pertanian dan perikanan lokal.
Produk yang dihasilkan antara lain keripik pisang, talas, tempe, hingga keripik ikan khas Jawa Barat.
Saat ini, Bechips telah menjangkau pasar domestik secara luas dan mulai memperluas ekspor ke sejumlah negara seperti Taiwan, Malaysia, Australia, Belanda, dan Belgia.
Ekspor ke Jepang dinilai menjadi tonggak penting untuk memperkuat posisi Bechips di pasar internasional sekaligus menunjukkan daya saing UMKM Jawa Barat.
Keberhasilan ini diharapkan memicu UMKM lain untuk meningkatkan daya saing melalui aspek 5K (Kualitas, Kuantitas, Kapasitas, Kontinuitas, Kemasan) dan 2S (Standarisasi dan Sertifikasi).
Adapun pada triwulan II 2025, ekspor Jawa Barat tumbuh positif 0,63% (yoy), berbalik arah dari kontraksi 0,25% pada triwulan sebelumnya.



