POJOKSATU.id, Bandung – Harapan warga Kota Kembang untuk kembali mendengar deru mesin pesawat di langit Bandung kian mendekat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pemerintah pusat agar segera membuka kembali jalur penerbangan reguler di Bandara Husein Sastranegara.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut reaktivasi bandara ini sangat krusial bagi ekonomi dan pariwisata Bandung Raya.
Sejak penerbangan reguler dihentikan, jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara menurun drastis.
“Bandara Husein itu pintu penting bagi wisata dan bisnis Bandung. Kami sangat berharap pemerintah pusat segera buka kembali penerbangan reguler,” ujar Farhan, Rabu (20/8).
Farhan menambahkan, pihaknya tengah intens berkomunikasi dengan berbagai kementerian.
Menurutnya, tinggal menunggu satu dokumen persetujuan dari pemerintah pusat untuk melancarkan reaktivasi.
“Mudah-mudahan sih segera keluar, tapi ya kita tahu, proses birokrasi sering kali lama,” ujarnya, optimistis.
Dari sisi pengelola, sinyal positif datang dari PT Angkasa Pura Indonesia.
General Manager Bandara Husein Sastranegara, R. Indra Crisna Seputra, menegaskan kesiapan penuh.
Infrastruktur bandara, mulai dari terminal seluas 17 ribu meter persegi, runway 2.220 meter, hingga fasilitas transportasi diklaim masih prima.
“Bandung punya daya tarik kuat. Load factor penerbangan reguler sebelumnya hampir 90 persen. Jadi peluang reaktivasi sangat besar,” kata Indra.
Angkasa Pura bahkan sudah menyiapkan rute-rute potensial.
Lima rute baru tengah dikaji, yakni Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Palembang, dan Lampung.
Selain itu, ada wacana penerbangan pendek yang efisien yaitu Bandung–Halim Perdanakusuma hanya 20 menit, dan Bandung–Pangandaran sekitar 35 menit.
“Ini bukan sekadar wacana, tapi kebutuhan nyata warga Bandung,” tegas Indra.
Jika lampu hijau dari pusat benar-benar turun, Bandara Husein Sastranegara diyakini akan kembali menjadi penghubung vital.
Lebih dari sekadar menghidupkan kembali bandara, reaktivasi ini juga membuka peluang besar bagi pariwisata, perdagangan, dan konektivitas antarwilayah.




