POJOKSATU.id, BANDUNG-- Polemik yang menyelimuti Sarah Avilia, atlet Muay Thai peraih emas PON XXI Aceh–Sumut 2024, dijawab Ketua Muay Thai Jawa Barat, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, alias Kang Evi.
Tak tinggal diam, Kang Evi membantah keras tudingan miring soal diskriminasi dan pengucilan terhadap Sarah.
Ia bahkan menilai sikap Sarah dan keluarganya tidak menunjukkan etika seorang atlet profesional.
“Masalah ini berawal dari konflik internal Sarah dengan Pengcab Kota Bekasi. Tapi malah jadi melebar ke mana-mana. Dilaporin ke tokoh politik, kepolisian, bahkan Menpora. Silakan, itu hak mereka, tapi kami juga punya aturan," tegas Kang Evi, Rabu (6/8).
Baca Juga: Jangan Tunda Pengambilan Paspor! Tidak Diambil Tepat Waktu, Dianggap Batal dan Harus Buat Baru!
Masalah makin ruwet saat Sarah menolak pelatih nasional yang ditunjuk PB Muay Thai Indonesia (PBMI), yaitu Edimus, yang notabene dari Jabar juga.
Penolakan ini, menurut Kang Evi, sama saja dengan menolak program nasional dan dianggap sebagai bentuk pengunduran diri.
“PBMI sudah punya sistem. Kalau atlet menolak dilatih pelatih nasional, ya berarti dia memilih mundur. Bukan kami yang mencoret, tapi sikapnya sendiri,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, keluarga Sarah sempat menuntut agar Ketua Pengcab Muay Thai Kota Bekasi dicopot sebagai syarat damai. Tapi Kang Evi tegas menolak.
Sarah juga diketahui pindah ke Kabupaten Bekasi secara sepihak. Tapi Kang Evi menyebut, mutasi atlet bukan sekadar pamit lewat WA.
“Ada prosedurnya. Harus ada persetujuan tertulis dari semua pihak, termasuk KONI Kota dan Kabupaten. Kalau nggak lengkap, ya mutasi itu nggak sah!” ujarnya.
Namun yang bikin geger, Sarah ternyata tampil di ajang profesional Muay Thai di Malaysia tanpa rekomendasi PBMI.
Tak ingin organisasi tercoreng, Kang Evi menyatakan tengah mengumpulkan bukti-bukti pemberitaan dan pernyataan Sarah yang dinilai merugikan nama baik Pengprov dan PBMI.
Di akhir pernyataannya, Kang Evi menekankan pentingnya etika dalam dunia olahraga, bukan cuma soal medali atau prestasi.
“Atlet hebat bukan cuma di atas ring. Tapi juga punya sikap, punya rasa hormat pada pembina dan organisasi. Kalau enggak, ya percuma prestasi setinggi langit," katanya.
Sarah Lapor Gubernur Jabar
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mempertemukan atlet Muay Thai Peraih Medali Emas PON, Sarah Avilia dengan Pengurus Cabang (Pengcab) usai video yang diunggahnya melalui akun TikTok dengan judul “Surat Terbuka Untuk Gubernur Jawa Barat” viral.
Dedi Mulyadi mempertemukan kedua belah pihak guna meluruskan permasalahan yang tengah terjadi, Selasa (22/4/2025).
Melalui video yang diunggah Dedi Mulyadi di kanal Youtube pribadinya, Sarah Avilia ditemani kedua orang tuanya dipertemukan dengan Ketua Pengurus Cabang dan anggotanya.
“Jadi apa masalahnya neng sampe? Harusnya masalah kecil ini bisa diselesaikan di tingkat camat,” tanya Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi merasa bahwa hal ini sangat bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan mediasi dengan tepat sehingga terjadi kesepakatan bersama. ***




