POJOKSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat bersinergi memperkuat identitas Bandung sebagai kota sport tourism dan kota digital.

Dukungan ini terwujud dalam dua acara besar yang akan segera digelar: QRIS Run 2025 dan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) ke-7 atau Sunda Karsa Fest 2025.

Kedua agenda ini tak hanya fokus pada olahraga dan ekonomi kreatif, tapi juga bertujuan memperluas penggunaan transaksi non-tunai serta mengoptimalkan ekosistem ekonomi digital dan UMKM di Bandung.

Baca Juga: Sebut Iseng Mau Jalan-Jalan Remaja 16 Tahun Bawa Mobil Dinas Polri, Viral Diduga Terlibat Kecelakaan

Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar, Muslimin Anwar, menjelaskan bahwa QRIS Run merupakan kelanjutan dari QRIS Adventure yang telah dimulai sejak 2022, dan kini resmi bernama Bandung QRIS Run sejak 2024.

“QRIS Run sudah masuk tahun keempat, dan tahun ini kami targetkan diikuti lima ribu peserta,” ujar Muslimin.

Acara ini akan diadakan pada 10 Agustus 2025 di kawasan Balai Kota Bandung, dengan dua kategori: Race Run 10K dan Fun Run 5K.

Muslimin menekankan bahwa QRIS Run bukan sekadar ajang sport tourism, melainkan juga sarana edukasi efektif untuk memperluas penggunaan pembayaran digital QRIS. Ia menyebut Bandung sebagai kota dengan pengguna dan transaksi QRIS terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Nasional di Sekolah Mulai Juli 2025

 

“Bandung punya ekosistem digital yang aktif. Jadi, wajar kalau kami jadikan kota ini pusat kampanye nasional digitalisasi sistem pembayaran,” tambahnya.

Selain QRIS Run, Muslimin juga memaparkan rencana pelaksanaan Karya Kreatif Jawa Barat ke-7, yang akan dihelat dengan nama Sunda Karsa Fest di Trans Studio Mall (TSM) Bandung, pada 17–20 Juli 2025.

Festival ini akan menghadirkan 244 booth dari berbagai sektor, termasuk fesyen dan kecantikan, kuliner, layanan publik dan perbankan, UMKM binaan BI dan pemerintah daerah, serta pameran desa wisata dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca Juga: Mobil Provos Polri Dipakai Anaknya, Anggota Propam Polda Sumut Kena Sanksi Berat

 

Sunda Karsa Fest menargetkan transaksi sebesar Rp15 miliar dan 100 ribu pengunjung selama empat hari. Berbagai acara tematik juga disiapkan, seperti peragaan busana, Java Tea & Coffee Experience, Business Matching, tabligh akbar, sarasehan, dan mini QRIS Jelajah Indonesia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut positif kedua program ini. Ia menilai QRIS Run sangat relevan dengan visi Bandung sebagai kota yang nyaman untuk berlari dan melek digital.

“QRIS Run ini sangat sejalan dengan branding kita sebagai kota yang ‘enakeun untuk lari’ dan berorientasi pada digitalisasi. Tapi, tentu saja kita perlu pikirkan teknisnya secara detail, terutama soal lalu lintas dan parkir,” ujar Farhan.

Ia menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk menyiapkan skema parkir yang tertib dan tidak mengganggu area rumah ibadah, khususnya empat gereja di sekitar Balai Kota Bandung.

Baca Juga: Buntut Kasus Kematian Brigadir Nurhadi yang Dibunuh Dua Atasan: Kuasa Hukum Kompol Yogi Minta Tranparansi Polda NTB

 

Farhan menegaskan, peserta harus sudah menyelesaikan lomba sebelum pukul 07.00 WIB agar tidak mengganggu aktivitas ibadah Minggu pagi.
Sistem parkir juga akan diuji coba sebagai proyek percontohan digitalisasi. Tiket parkir, baik fisik maupun digital, akan dikonversi menjadi kupon undian berhadiah.

“Kami ingin memberi insentif kepada peserta yang parkir di lokasi yang ditentukan, meskipun mungkin harus berjalan kaki sedikit lebih jauh,” jelas Farhan.

Pemkot Bandung juga akan memetakan pelari luar kota yang menginap di hotel mitra, yang akan mendapatkan kupon undian tambahan jika parkir di hotel tempat mereka menginap.

Farhan juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mengadakan bazar alat olahraga dan festival kuliner pada malam hari setelah lomba, guna mendorong konsumsi lokal dan pengalaman wisata yang lebih lengkap.

 

Baca Juga: Usai Viral Pernikahan Sejenis Pakai Adat Jawa, Chiko Unggah Kemesraan Bareng Wiran di Instagram

Terkait Sunda Karsa Fest, Farhan menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta Dinas Koperasi dan UMKM (KUKM) untuk fokus pada fasilitasi Business Matching dan Bandung Fashion Trend.

Ia juga menyarankan Ketua DPRD Kota Bandung, yang dikenal sebagai pelaku bisnis fesyen hijab, untuk dilibatkan aktif dalam pameran.

Khusus untuk Bandung Fashion Week, Farhan mengingatkan agar peserta dari Kota Bandung berasal dari istri para kepala daerah, sesuai arahan Pemprov Jawa Barat. Ia juga mengusulkan agar lomba Ngadongeng dalam festival melibatkan komunitas Karavansena, binaan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, sebagai dewan juri.

“Pemenangnya nanti bisa diundang mengisi program Bandung Kota Cerita di perpustakaan,” ucapnya.

Pemkot Bandung juga akan membantu promosi kedua kegiatan ini melalui penyediaan media luar ruang seperti billboard dan videotron di sejumlah titik strategis.

Farhan menutup arahannya dengan menegaskan bahwa kolaborasi dengan BI Jabar ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang menjadikan Bandung kota yang adaptif, inovatif, dan pelopor ekonomi digital.

“Kita ingin Bandung bukan sekadar kota tujuan, tetapi kota yang hidup dari ide, aktivitas ekonomi kreatif, dan budaya digital yang menggerakkan,” pungkasnya.***