POJOKSATU.id, Bandung — Fenomena maraknya Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di jalanan Kota Bandung terus menjadi perhatian serius Dinas Sosial (Dinsos) setempat.

Yang mengejutkan, sebagian besar dari mereka ternyata bukan warga Bandung.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen PPKS yang terjaring di jalan berasal dari luar kota.

Mereka datang dari berbagai daerah seperti Cirebon, Cilacap, Purwakarta, Sumedang, Banyumas, hingga Banjar.

“Dominasi terbesar berasal dari Cirebon dan Cilacap. Mereka datang ke Bandung untuk mencari penghidupan di jalan,” jelas Soni, Rabu (7/5/2025).

Para PPKS ini umumnya bekerja sebagai pengemis, pengamen, atau melakukan aktivitas lain di ruang publik demi belas kasih pengguna jalan.

Ironisnya, banyak di antara mereka yang memanfaatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas sebagai alat eksploitasi.

“Mereka yang dianggap mampu membangkitkan empati masyarakat—itulah yang dimanfaatkan. Ini jelas praktik yang tidak manusiawi,” tegasnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinsos Kota Bandung tak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan pembinaan menyeluruh yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

Bahkan, tahun depan Dinsos akan menggandeng TNI untuk pelatihan di pusat pendidikan (Dodik) guna memulihkan motivasi dan membangun karakter mandiri para PPKS.

“Tujuannya agar mereka punya semangat baru untuk hidup mandiri, tidak lagi bergantung pada belas kasihan,” kata Soni.

Bagi PPKS yang berasal dari luar kota, Dinsos menerapkan kebijakan reunifikasi, yaitu mengembalikan mereka ke keluarga masing-masing dan berkoordinasi dengan dinas sosial daerah asal.

Upaya ini dilakukan demi memutus rantai perpindahan PPKS lintas wilayah.

“Kalau bukan warga Bandung, kami kembalikan ke keluarganya dan pastikan mereka ditangani di daerah asal,” jelasnya.

Tak lupa, Soni juga mengimbau masyarakat untuk berhenti memberikan uang langsung di jalan.

Menurutnya, pemberian semacam ini justru memperkuat pola eksploitasi dan membuat para PPKS terus berdatangan.

“Kalau masyarakat berhenti memberi di jalan, kita sudah membantu dari hulu. Salurkan bantuan melalui lembaga yang kredibel,” pungkasnya.***