POJOKSATU.id - BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari fraksi PAN, Hasbullah Rahmad menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal pelajar nakal yang kirim ke barak militer.

Menurut Hasbullah Rahmad, kebijakan ini sangat baik untuk mendidik karakter remaja yang ada di Jawa Barat.

Apalagi, saat ini Hasbullah Rahmad melihat banyak remaja yang kurang Pendidikan ahlak dan budi pekerti.

Baca Juga: Presiden Prabowo dalam Peringatan Hardiknas 2 Mei 2025: Dalam Waktu 2 Bulan Sekolah akan Terima Bantuan TV

"Ada pergeseran budi pekerti yang terlalu jauh di dunia remaja kita sekarang," kata Hasbullah Rahmad.

Politi PAN itu juga sangat menyayangkan dengan pemberitaan banyaknya pelajar SMA/SMK yang masih pakai seragam, justru malah tawuran dengan celurit.

Jika yang seperti, sambung dia, ini dimasukan barak militer dan diajarkan disiplin, hormat dengan orang tua dan diajarkan cara bersyukur ala militer, mungkin akan lebih baik perilakunya jika dibandingkan dengan dididik di luar.

Baca Juga: Apakah Guru Peserta Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II Juga dapat Afirmasi Sertifikat Pendidik? Cek Regulasi Resmi yang Masih Berlaku!

Karena, menurutnya banyak anak yang karakternya seperti ini jika hanya sebatas dinasihati orang tua sepertinya tidak akan memberikan efek apapun.

"Kalau sekolah ya sekolah, yang dipegang buku. Bukan celurit, ini kan sudah salah. Dan banyak orang tua yang menyerah mendidik anaknya," ungkap dia.

Dia juga berpesan, anak anak yang dididik di barak militer diharapkan bukan hanya diajarkan baris berbaris aja. Ada baiknya jika diimbangi juga dengan pendidikan rohani.

Baca Juga: Rekomendasi Film Indonesia BERTEMA BURUH, Dari Kisah Nyata Hingga Horor, Narasi dengan PESAN SOSIAL yang Kuat

Hanya saja, dia menyarankan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk mematangkan kategori anak anak nakal dan batas waktu yang pendidikan di barak militer.

"Saya sangat setuju dengan gagasan Pak Gubernur ini untuk kategori anak yang mencuri, memukul, narkoba, tawuran dan melawan ke orang tua," dukung Hasbullah Rahmad.

Tak hanya itu, soal tempat pendidikan militer ini, dia memberikan masukan agar tidak melulu dilakukan di dalam barak. Bisa juga untuk kategori anak nakal tertentu, dikirimkan ke Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS) asrama anak yang berurusan dengan hukum.

"Jadi nanti biar TNI/POLRI yang kita kirim ke sana (LPAS) untuk mendidik anak anak tersebut. Jangan dikiri ke barak, saya takut mental mereka soak nantinya," tutup Hasbullah Rahmad.

Hasbullah Rahmad berharap, dengan pendidikan di barak militer ini bisa membuat mental remaja remaja di Jawa Barat ini bisa lebih baik lagi.