POJOKSATU.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung mengusung dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis sebagai upaya memperkuat stabilitas sosial dan membentuk karakter masyarakat yang inklusif.

Langkah ini sejalan dengan visi Kota Bandung 2025-2029, “Bandung Utama” (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).

Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan bahwa dua Raperda yang sedang disusun adalah Raperda tentang Pembudayaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Raperda tentang Keberagaman Kehidupan Masyarakat di Kota Bandung.

Baca Juga: Sidang Perdana Perceraian Sherina Munaf dan Baskara Mahendra Digelar, Keduanya Kompak Tidak Hadir

"Pembudayaan ideologi Pancasila menjadi landasan penting dalam membangun karakter masyarakat yang toleran dan inklusif. Kami ingin memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar terinternalisasi di tengah masyarakat," ujar Bambang.

Menurutnya, Raperda tentang Keberagaman Kehidupan Masyarakat akan memperkuat harmonisasi sosial, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Melalui regulasi ini, Pemkot Bandung ingin menjamin hak-hak setiap individu untuk hidup berdampingan dalam keberagaman yang harmonis.

Baca Juga: Pembersihan Sampah di Oxbow Cicukang Capai 200 Ton, Ditargetkan Rampung Februari

Selain itu, Kesbangpol juga berperan dalam menciptakan kondisi sosial yang kondusif guna mendukung pembangunan infrastruktur dan perekonomian Kota Bandung.

Dengan penguatan wawasan kebangsaan, diharapkan daya saing Kota Bandung dapat meningkat baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Dalam konteks pembangunan, kami memastikan adanya sinergi antara stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi. Tanpa kondisi sosial yang kondusif, pembangunan tidak akan berjalan optimal," kata Bambang.

Kesbangpol juga terus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan, sejalan dengan misi Kota Bandung untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: Pengawas Hukum Datangi Kejari Purwakarta Pertanyakan Kasus Gratifikasi Mobil, Aktivis Korupsi Purwakarta Kemana?

Kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Bandung harus menjadi kota yang unggul dan berkeadaban sesuai visi besar 2025-2029," tegasnya.

Dengan langkah strategis ini, Kesbangpol menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi visi Bandung Utama, memastikan Kota Bandung semakin inklusif, maju, dan berdaya saing dalam berbagai aspek kehidupan. ***