POJOKSATU.ID – Yayasan Hutan Wakaf Bogor dan Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) ajak masyarakat berkontribusi dalam pelestarian hutan di Jawa Barat melalui wakaf.

Ketua Yayasan Hutan Wakaf Bogor, Khalifah Muhammad Ali mengatakan, kegiatan wakaf hutan kali ini sebagai bentuk kontribusi masyarakat untuk pelestarian hutan di Jawa Barat.

“Gerakan ini juga sebagai kado menyambut ulang tahun Jawa Barat di 19 Agustus mendatang, kami menyebutnya sebagai ‘Sehati untuk Bumi’,” kata Ali di Gedung Sate.

Ia menekankan pentingnya Kolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hutan wakaf.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen, OJK Siap Luncurkan Program GENCARKAN dan Anti-Scam Center

“Kolaborasi ini sangat bagus sekali karena bisa memberikan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat, khususnya di Jawa Barat,” ungkapnya.

Khalifah berharap, Sehati untuk Bumi dapat memberikan insight bagi masyarakat untuk mulai mengetahui tentang hutan wakaf dan berpartisipasi dalam pengembangannya.

Instrumen wakaf digunakan pun karena wakaf memiliki keistimewaan dibandingkan dengan instrumen yang lain dimana tidak dapat dipindahtangankan dalam bentuk apapun.

“Jadi lebih berkelanjutan karena tidak boleh dijual, dihibahkan, diwariskan, jadi insyaAllah selama-lamanya akan menjadi hutan dan membawa pahala sepanjang masa,” tukasnya.

Sementara itu, perwakilan MOSAIC sekaligus project lead kampanye wakaf hutan, Aldy Permana menjelaskan, kampanye ini merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres Umat Islam untuk Indonesia Lestari.

Baca Juga: Momen HUT RI ke-79, Menhub Bakal Uji Coba Trem Otonom, Whoosh Part 2 Bakal Operasi IKN

“Wakaf Hutan adalah salah satu upaya nyata yang kami lakukan untuk mewujudkan hasil risalah kongres tersebut,” jelasnya.

Aldy mengatakan, dana yang terkumpul dari kampanye wakaf hutan ini akan digunakan untuk pengembangan Hutan wakaf di Desa Cibunian, Bogor.

“Kami akan berfokus pada ekstensifikasi berupa perluasan lahan dan intensifikasi penanaman pohon dan program lainnya yang akan bermanfaat secara ekologi, ekonomi, dan sosial,” katanya.

Menurutnya, Desa Cibunian dan sekitarnya merupakan daerah rawan longsor, pelestarian hutan di wilayah ini sangat penting untuk melindungi masyarakat setempat serta kawasan hilir dan kota-kota besar di sekitarnya.

Sebagai informasi, ada 10 hektar hutan Wakaf di seluruh Indonesia dengan 2,5 hektarnya berasa di bawah naungan Yayasan Hutan Wakaf Bogor.

Baca Juga: Hargai Keputusan Airlangga Mundur Sebagai Ketum, DPP Partai Golkar : Rapat Pleno Segera Digelar Dalam Waktu Dekat

“Dukungan donasi terus diperlukan, baik dari pemerintah maupun masyarakat luas. Penggalangan dana pun kita buka melalui kitabisa.com,” jelasnya.

Dalam kegiatan ‘Sehati Untuk Bumi’ ratusan warga dan komunitas sepeda turut menyumbangkan wakaf mereka kepada Yayasan Wakaf Hutan Bogor, sebagai bentuk dukungan pada pelestarian hutan di Desa Cibunian.

Di lokasi serupa, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Asep Sukmana menyambut baik kegiatan Sehati untuk Bumi.

“Saya mengapresiasi berbagai pihak yang sudah menginisiasi kegiatan Sehati untuk Bumi, sebagai kado untuk ulang tahun Jawa Barat,” kata Asep.

Baca Juga: Sudirman Terpidana Kasus Vina Di Cirebon Dikekang Penyidik Polda Jabar

Kegiatan ‘Sehati untuk Bumi’ merupakan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pelaku bisnis dan berbagai komunitas sepeda, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian hutan.

Ketua Panitia Acara Sehati untuk Bumi, Nur Hasan Murtiaji menjelaskan, bahwa salah satu kegiatan dalam inisiatif ini adalah memberikan kesadaran tentang kondisi hutan di Jawa Barat.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam program Hutan Wakaf, khususnya dalam menyelamatkan hutan di Desa Cibunian, Kabupaten Bogor, karena dengan menjaga hutan agar tetap lestari dan berdaya, kita turut memberikan kontribusi bagi kelestarian alam,” tutupnya.***